Posts

Terjebak Isu Internasional

Kita sudah terjebak, ketinggalan, jika kita bandingkan dengan dengan negara lain. Ini bukan sebuah kesalahan, ini lebih dekat dengan kebutuhan. Perlu disadari jika negara lain sudah berlaku peraturan A bukan berarti kita tidak bisa, tetapi kita belum membutuhkannya. Misalnya peraturan zero emission untuk kapal, sebagian besar negara maju sudah memberlakukannnya karena mereka pernah menghasilkan emisi yang sangat besar. Secara pengalaman mereka lebih dahulu sudah puas dengan emisi, kalau kita mungkin masih awam dan tidak peduli karena belum merasakan dampak langsung yang sangat signifikan. Akhirnya kita mengikuti mereka yang lebih dulu telah merasakannya, negara-negara yang maju terlebih dahulu.

Mereka mudah saja mengisukan hal itu menjadi isu internasional karena sebenarnya mereka yang membutuhkannya. Mereka sudah puas dengan apa yang telah mereka lakukan. Karena tidak ingin rugi maka mereka mengalihkan dari negaranya sendiri kepada negara yang belum puas dengan hal tersebut. Seperti …

Dilema Kapal Selam Nasional

Image
Hari ini saya menghadiri Sarahsehan HUT ke 59 Hiu Kencana di Armada Timur TNI AL, forum diisi dengan diskusi mengenai generasi baru kapal selam Indonesia. Menarik, hal ini berkaitan dengan kemampuan Indonesia untuk menjaga kedaulatan laut, kapal selam menjadi primadona karena hingga saat ini alat tersebut masih dianggap sebagai peralatan penunjang yang eksklusif. Kemampuannya yang mampu bersembunyi di dasar laut menyebabkan alat ini cukup strategis untuk terus digunakan, sayangnya jumlah kapal selam kita terbilang sedikit jika dibandingkan dengan milik negara tetangga. Dilemanya lagi, upaya untuk memperbanyak alat strategis ini tersendat oleh berbagai penghambat.

---

Tulisan ini saya buat untuk menunjukkan pada para pembaca bahwa kemampuan kapal selam Indonesia perlu untuk diupgrade, tugas kita sebagai warga negara adalah mendukung dan mendesak kebutuhan ini. Siang tadi ada bahasan bahwa persoalan kapal selam ini juga perlu diketahui khalayak ramai, masyarakat perlu tau bahwa kapal s…

Autonomous Ship, Kapan Indonesia Menggunakan?

Image
Hingga saat ini belum ada autonomous ship atau unmanned ship komersial yang berhasil dibuat di seluruh penjuru dunia. Beritanya tahun ini memang beberapa institusi dunia berlomba menjadi pembuat yang pertama, kalaupun ada itu pun masih perlu pendalaman lebih lanjut karena masih banyak celah riset yang diperlukan. Berbagai topik riset untuk seminar dan simposium dunia telah diberikan sesuai dengan kebutuhan, lebih banyak pada sistem otomasi pada kapal dan regulasi agar kapal jenis ini dapat berlayar dengan lancar untuk pertama kalinya. Sehingga, Indonesia tidak perlu khawatir karena ketinggalan atau apapun, kita juga sedang memposisikan diri.

Saat ini telah kita mulai dari hal yang paling kecil skala kampus seperti berkecimpung langsung dalam riset dan meningkatkan awareness pada mahasiswa dengan adanya lomba autonomous boat. Sebut saja kampus saya, ITS tahun lalu sudah dapat menjadi juara dunia untuk perlombaan skala kampus yang bergandengan dengan berbagai kampus bergengsi, alhamduli…

Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial

Kebebasan berbicara dalam negara demokrasi memang dijunjung tinggi, namun saat isu nasional tengah dikeluarkan oleh berbagai pihak ada baiknya jika ditanggapi dengan bijak. Kaum milenial bebas berkomentar tentang apa saja pada akun sosial media yang mereka miliki. Bahkan bisa saya pastikan bahwa mayoritas setiap orang muda saat ini bisa memiliki akun sosial media lebih dari satu. Ruang bebas mereka miliki, namun belum banyak yang sadar akan hal ini.
Mengambil Peran
Segala isu yang hadir hendaknya disikapi dengan mengambil peran bagi kita yang mengetahuinya. Setidaknya kurangi mencerca, mencaci, dan berkomentar miring agar setiap yang kita keluarkan memberi manfaat. Berpikir terlebih dahulu sebelum berkomentar, apakah komentar kita positif atau tidak. Sedangkan komentar positif tidak selalu bersifat "mendukung", komentar tersebut bisa saja menolak. Jika menolak isu yang ada kita bisa memberikan kritik dan saran, keduanya diusahan ada, karena kritik yang berdiri sendiri tanpa a…

Menikmati Perjalanan

Image
Selalu senang menikmati perjalanan. Tentang apa yang kita tuju, tentang puas yang tak kunjung sampai. Hasrat manusia selalu haus akan segala liku, meski kadang menyakitkan, rindu selalu hadir untuk mengenang. Jika ada orang yang bilang hidup adalah perjalanan, itu baper aja. Perjalanan itu proses menuju tujuan yang kita kehendaki. Kalau ditanya orang, "Kamana bro?", nah berarti itu nunjukin kalau kamu sedang dalam perjalanan.
Proses, itu perjalanan, dalam konteks apapun.
Setiap orang punya impian dan harapan, tapi tidak semua punya tujuan. Gak punya tujuan artinya geje, gak jelas. Kalau ada yang bilang, "let it flow, slow...", itu bahaya. Ujungnya kalau ada orang geje tanpa arah pasti tersesat. Memang menyenangkan kadang tersesat, pelajaran bisa banyak diambil. Sayangnya, itu memakan waktu yang kita nggak bisa membuatnya kembali. Alangkah baiknya jika setiap perjalanan yang kita jalani punya rencana.
Direncanakan pun kadang masih sesat. Pernah nggak punya rencana …

Yakin Mau S2? Pikirkan Lagi.

Image
Sebelum memutuskan untuk S2 sebaiknya perlu dipikir ulang. Soal kemampuan akademik, kemampuan pendanaan, dan apapun itu mudah dan dapat dicari. Poin pentingnya yaitu career plan!

Seorang sarjana idealnya sudah memiliki bekal mental struggle yang tinggi untuk tetap survive di masyarakat. Tingkat kepercayaan dirinya harus naik untuk memulai hal baru dan berkelana. Kalau baru jadi sarjana, coba nikmati untuk penerapan segala ilmu di kampus. Kamu bisa menghubungi alumni, dosen, student advisor center, kerabat, atau konsultasi dengan orang tua. Tentukan dulu kemana arah pergi, terlebih memiliki target sebelum lulus, itu lebih baik. Hidup memang pilihan, tapi jangan tiba-tiba S2!

Cukup menggiurkan memang melanjutkan pada jenjang magister seperti naik tahta seketika, apalagi dengan biaya beasiswa. Status pengangguran tercoret, soal finansial pada tahap aman. Namun, pernahkah kita sadar bahwa menjadi sarjana saja sudah melebihi segala kompetensi yang ada?

Sebab saya menulis ini karena ada ba…

Ibu Menteri Keuangan Membagikan Sebuah Video, Mengejutkan

Image
Video ini menurut saya sangat menyinggung Zaadit saat menyampaikan pendapatnya beberapa waktu lalu. Sayangnya...
Di video ini opini mahasiswa dihadapkan kepada kesalahan berpikir dan menjadi sebuah boomerang. Saya tidak sepenuhnya membela Zaadit dan tidak sama sekali menghinanya. Jelas bahwa Zaadit menyinggung jalan tol di tanah luar Papua, bukan jalanan di Papua. Artinya, perbandingannya adalah ketimpangan kehidupan di Pulau A dan Pulau X, bukan hanya di Pulau A atau hanya di Pulau X. Dalam video seolah mahasiswa "kritis buatan" tersebut membandingkan dalam satu pulau saja.

Memang, pendapat Zaadit perlu direvisi, namun tidak sepenuhnya salah. Ketimpangan pembangunan jelas nyata di negara ini, meskipun saat sudah dalam tahap pemerataan. Sebenarnya bentuk kritik Zaadit sudah diupayakan pemerintah, namun ada benarnya juga karena pemerintah melakukan pembangunan serentak merata dan bukan pembangunan yang rata. Artinya, yang sudah pesat pembangunannya semakin pesat, yang keting…