Amerika dan China - Era Persaingan Baru

Dua negara yang terobsesi oleh kekuasaan dunia, meskipun berbeda pandangan, beberapa tahun ke depan mungkin semakin panas. Jelas kenaikan temperatur ini telah didengungkan oleh presiden terpilih Donald Trump jauh sebelum pemilihan. Apalagi mengenai daerah kekuasaan pengaruh perekonomian dan politik dunia, menegangkan.


Upaya Amerika (AS) menguasai Asia-Pasifik telah jelas dengan tersebarnya pangkalan militer hampir di setiap ujung batas. Selain itu China semakin bergairah menjaga Laut China Selatan dengan berbagai upaya. Meskipun terlihat berbeda misi, China lebih condong pada penguasaan regional sedangkan AS ke penguasaan dunia, namun ini merupakan ancaman bagi AS, terlihat dari upaya Presiden Obama melakukan upaya komunikasi intensif di forum-forum internasional bersama China.

Terlebih lagi Filipina yang berbelok ke China, nampaknya China semakin berpengaruh mempertahankan wilayah. Dukungan negara Asia-Pasifik untuk China sangat penting untuk pertahanannya. Disamping upaya negara tirai bambu itu menjaga "Nine Dash Line" nya sebagai kekuasaan wilayah yang di klaim dari historisnya. China harus lebih bekerja keras.

Pasalnya daerah itu secara hukum internasional bukan milik China. Negara-negara yang ramai seperti Vietnam, Filipina, dan Indonesia mungkin melihat upaya ini sebagai upaya perampasan kekayaan sumber daya alam, namun bagi China tidak demikian. Lebih dari itu, negara tersebut mengupayakan kekuatan maritim yang optimal.

Siapapun presiden AS terpilih Indonesia tidak akan terpengaruh banyak untuk beberapa saat. Beberapa tahun kemudian, gerakan non-blok Indonesia mungkin akan ditantang dengan isu agama, kedaulatan, dan perdamaian dunia. Karena kini secara tidak langsung Indonesia sudah terjerat oleh China pada proyek infrastruktur, khususnya untuk program maritim.

Nampaknya China mempersiapkan upaya persiapan berikutnya untuk menguatkan ekonomi dan politiknya. Setelah Burma dengan proyek saluran pipa langsung ke Samudera Hindia, ini akan membuat pertahanan AS semakin gaduh, apalagi dengan sulitnya Australia melepaskan kejasama bersama China dalam pedagangan Internasional. Ekspansi ini akan sangat menguntungkan, apa kita sudah lupa dengan terbukanya blok-blok minyak di timur Indonesia?

Namun, Indonesia rupanya bersiaga, alat pertahanan maritim Indonesia terus ditambah dengan banyaknya kapal perang yang dibangun sekarang. Ini sama dengan China yang memperkuat pangkalan laut di Pulau Hainan. Kapal selam ditambah, begitu pula dengan pesawat canggihnya yang baru-baru ini diperkenalkan pada dunia, itu untuk kekuatan maritim melalui kapal induknya. Tetapi, jangan sampai Indonesia membuat kapal induk karena itu hanya pemborosan anggaran saja untuk negara kaya pulau ini, banyak tempat untuk mendarat.

Kita bisa apa? Siapkan saja mata dan pikiran karena ada saja yang mencari produk berkualitas. Selamat menikmati suasana damai (masih). Hehe

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Perjalanan

Terjebak Isu Internasional

Dilema Kapal Selam Nasional