Membaca Tanpa Makna

Menggali pengetahuan dari sebuah media baca sudah dianut oleh berbagai kaum sejak dahulu kala. Terbukti dengan tetap dijaganya kitab, buku, atau benda lain yang bertuliskan huruf kuno ataupun modern. Permasalahannya klasik yaitu terkadang tulisan dibaca tanpa dimaknai isinya, padahal ada banyak nilai dari sebuah tulisan.

Sejauh ini yang pernah saya ketahui, ada beberapa kasus dimana tulisan tidak bisa dimaknai. Pertama, tulisan bisa dibaca namun tidak diketahui artinya. Kedua, tulisan berarti tidak langsung sehingga membutuhkan tafsir khusus dari orang khusus. Ketiga, pembaca hanya mengetahui bahasa tertentu saja. Selain itu yang paling mendasar, keempat, tidak ada niat pembaca untuk mengambil makna.

Dari beberapa kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahannya ada di dua sisi yaitu di tulisan itu sendiri dan pembacanya. Menemukan kedua komponen ini sehingga pesan dalam tulisan itu bisa tersampaikan dan diserap dengan mudah dapat menggunakan beberapa metode. Diantaranya yaitu membaca dengan seksama, mengartikan bacaan, dan atau meminta bantuan pihak ketiga.

Membaca dengan seksama akan mustahil tanpa ada dorongan, baik dari diri sendiri ataupun orang lain. Misalnya di suatu perjalanan, jika kita telah menghafal jalan ataupun lokasi yang kita tuju tidak masalah tanpa membaca petunjuk apapun. Namun, pasti akan membingungkan jika tidak ada petunjuk apapun dikala masih mencari-cari lokasi. Pastinya akan timbul dorongan dari rasa ingin tahu diri atau atas keinginan kawan kita mencari tahu dengan membaca benar-benar petunjuk yang ada. Dengan demikian membaca akan menjadi efektif.

Di kasus lain, kita temukan pula tulisan asing dan bahasa yang tidak pernah kita ketahui artinya. Kemungkinan terbesar yang pasti kita hadapi adalah malas untuk mencari tahu apa artinya, bahkan tidak mau tahu apapun itu. Padahal bisa jadi ketika kita mencari artinya tulisan itu sangat berarti untuk kehidupan sehari-hari kita.

Jikalaupun kita malas atau tidak punya waktu lebih untuk membaca sekaligus menelusuri makna dari tulisan, kita bisa mendekati orang ketiga untuk menjelaskan. Sangat maklum, pasti banyak orang yang akan memilih opsi ini karena berbagai kompleksitas alasan pribadi. Solusi ini adalah jalan yang paling mudah dilakukan.

Mereka lebih dahulu

Orang-orang terdahulu selalu diabadikan dengan tulisan. Terutama mereka yang memiliki nilai historis atas pribadi dan aktivitasnya. Ada berbagai tulisan menarik untuk diambil maknanya untuk digunakan sebagai pelajaran di kemudian hari.

Tulisan yang bisa dimaknai tidak harus dari buku. Apapun itu asal bisa dibaca coba dibaca dimaknai saja. Di setiap tulisan pasti ada makna karena mereka yang menulis pasti menyempatkan waktu, dan kita tahu kalau waktu sangat berharga.

---
Sudah lama tidak ngeblog, hai lagi hehe.

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Perjalanan

Terjebak Isu Internasional

Dilema Kapal Selam Nasional