KOTAK CUMA-CUMA



Ini merupakan sebuah inovasi lama untuk mengajak bersedekah bersama dan untuk membantu bersama saudara yang membutuhkan tanpa ada rasa malu, tinggi hati, rendah hati, atau apapun rasa itu yang mengganjal di pikiran. Sebuah kotak yang didesain khusus untuk mengumpulkan uang dari siapapun dan diambil oleh siapapun.

Kotak tidak akan bergerak kemanapun atau diambil oleh siapapun. Selamanya kotak akan tetap permanen ditempatkan di tempat tertentu. Siapa yang mengambil dan siapa yang memberi tidak akan ada yang tahu kecuali dirinya sendiri. Tentu dengan desain khusus kotak ini pula dapat bertahan sangat lama.

Sejarahnya, dahulu kala di jaman Nabi Muhammad SAW, di masjid selalu ada tempat khusus persis seperti deskripsi di atas. Sayangnya kini kotak amal di masjid bertransformasi menjadi sulit untuk dibuka, bahkan digembok. Artinya, amal dan sedekah kemungkinan besar berhenti di masjid saja.

Ada beberapa alasan kuat, diantaranya untuk dana masjid mulai dari pembangunan hingga operasional, sehingga bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Mungkin juga disalurkan kepada yang membutuhkan dengan pengorganisasian tertentu untuk kegiatan masjid. Mungkin juga untuk alasan lain yang tidak secara spesifik dapat dijelaskan oleh berbagai pihak yang menyelenggarakan. Tidak masalah.

Masalahnya, bagaimana cara kita agar potensi aliran dana di masyarakat , entah sedikit ataupun banyak (tanpa ada data apapun), bisa mengalir merata untuk yang membutuhkan sehingga tidak ada ketimpangan sosial. Karena saat ini sangat jelas, di lain sisi ada yang punya mobil banyak, ada juga yang hanya punya mobil-mobilan, atau hanya sekedar impian. Di sisi lain, yang punya mobil banyak hanya ikhlas dengan menyisihkan sebagian kecil recehnya untuk sekitar. Tidak masalah, sah-sah saja, itu terjadi di kebanyakan orang akhir-akhir ini.

Hal yang terpenting yaitu mengumpulkan dari potensi-potensi kecil itu agar terdistribusi merata. Salah satu caranya dengan kotak berkonsep “KOTAK CUMA-CUMA” ini. 

---

Ada banyak lembaga amal yang mengakomodasi kebutuhan sedekah. Namun, secara personal saya rasa hanya orang yang punya akun bank saja yang mampu ikut serta, disertai gengsi pula, “masa sih cuma segini saja sedekah saya, lewat transfer pula”. Tidak masalah, meskipun pada dasarnya tepat sasaran untuk donatur kalangan atas,  malah bagus dan perlu lanjutkan. Bagian konsep yang saya tawarkan adalah untuk mengakomodir kebaikan komunal dengan kemampuan minim hingga maksimum, alias untuk semua kalangan.

Beberapa kemungkinan yang akan terjadi jika konsep ini dijalankan, menurut analisa saya. Secara opini publik akan muncul pro dan kontra, ini hal yang biasa. Secara personalitas, kebanyakan orang akan ikut serta dalam hal memberi, dan untuk yang mengambil hanya orang yang tidak mengetahui fungsinya atau yang benar-benar membutuhkan.

Kelas menengah akan banyak berkontribusi untuk inovasi ini karena mampu menyerap informasi keberadaan alat ini. Sosialisasi baik secara langsung berupa konten yang tertera pada kotak maupun dari media akan mudah dicerna oleh penerima informasi sehingga muncul pemikiran setuju ataupun tidak setuju, pada akhirnya berkontribusi juga. Dari segi finansial, meluangkan uang receh koin atau receh kertas nominal kecil tidak menjadi masalah bagi mereka untuk disumbangkan.

Sedangkan untuk kelas kebawah, kotak ini bisa berguna untuk mereka yang memiliki niat bersedekah dan berguna untuk mereka yang membutuhkan. Bagi mereka yang membutuhkan prediksi saya akan mengambil begitu saja baik dengan sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan mengambil sebagian atau seluruh dana yang terkumpul. Tidak masalah, mereka akan terhindar dari lilitan kemiskinan dan hutang. Harapanya, di kemudian hari kehidupan mereka lebih cerah daripada sebelumnya sehingga secara sosial mereka terpandang dan mengikuti kehidupan normal pada umumnya. Akhirnya mereka akan meningkatkan kapasitas diri dan menjauhi kegiatan yang hanya mengambil dari kotak. Karena setiap manusia menginginkan kehidupan yang normal yaitu berpenghasilan dari usaha sendiri dan menikmatinya.

Setidaknya setiap orang bisa merasakan hidup yang cukup dan berkecukupan, meskipun keserakahan manusia tidak bisa dihilangkan absolut. Dengan begitu aliran dana akan merata, perekonomian komunal terangkat, daya beli masyarakat meningkat, penghasilan daerah semakin meningkat, dan otomatis secara kehidupan manusianya semakin sejahtera.

Di kemudian hari kotak-kotak itu mungkin hanya terisi, tidak ada yang mengambil, maka yang mengetahui isinya penuh bisa mendistribusikan kepada badan amal resmi agar bisa disalurkan lebih merata lagi. Bisa ke daerah pelosok yang tidak tersedia kotak, daerah tertinggal, atau untuk tanggap bencana.

Pembuatan kotak ini bisa dibuat dan dirawat oleh siapapun, sekaligus dikelola oleh siapapun. Tidak boleh dikelola oleh pemerintah, pribadi, ataupun kelompok. Ini adalah kotak cuma-cuma untuk kebaikan yang cuma-cuma. Jika rusak harus diperbaiki bersama, jikalaupun pemerintah mau mendanai perbaikan dan perawatan kotak ini tidak masalah, namun tidak ada ikut campur dalam pendistribusian awalnya. Mungkin hanya bisa di distribusi akhir melalui badan amal zakat yang resmi disediakan. Sedangkan yang mendistribusikan ke badan amal tersebut adalah siapapun yang menemui kotak berisi penuh.

Siapapun yang mengisi kotak harus ikhlas untuk diambil dan didistribusikan oleh siapapun, dan harus saling mendukung. Jika ada konflik yang terjadi di kemudian hari tidak ada yang perlu digugatkan ataupun dipermasalahkan. Dari sini kita harus belajar merelakan apa yang kita miliki di dunia untuk kebaikan bersama.

Siapapun yang memiliki desain kotak, siapapun yang bisa merealisasikan, siapapun yang mau menggerakkan, siapapun yang ingin berkontribusi, bisa dimulai dari sekarang. Kalaupun mau berkolaborasi dengan saya, sangat terbuka lebar.

Comments

Popular posts from this blog

Terjebak Isu Internasional

Pemilu Semakin Dekat, Perlu Banyak Diam

Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial