Kontribusi Terhadap Ilmu Pengetahuan

Kebutuhan akan ilmu pada dasarnya untuk memaksimalkan apa yang ada dan untuk mengetahui hal baru dari yang sudah ada. Maka tidak ada hal yang benar-benar baru di dunia ini, yang ada hanya baru ditemukan, baru dipahami, dan baru dieksplorasi. Ketika sesuatu sedang dibutuhkan artinya ada obyek yang menginginkan. Dan keinginan tersebut bisa jadi akan muncul hari ini, besok, atau kelak di masa depan.

Cara berpikir perspektif demikian perlu dipahami sebagai komponen utama untuk membuat sebuah penelitian. Observasi terhadap sebuah objek perlu didefinisikan secara kompleks untuk mendapatkan titik temu terhadap pemahaman sehingga memunculkan pengertian baru tanpa mengabaikan keterpihakan universal bahwa apa yang telah diobservasi adalah benar.

Meskipun kebenaran dalam ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak, apa-apa yang sudah ditemukan harus disampaikan dengan runtut, baik, dan benar. Artinya, ilmu perlu disampaikan dengan bentuk yang nyata. Dua objek yang dapat menerima atas penyampaian sesuatu yaitu dengan penglihatan dan dengan pendengaran. Dengan demikian output secara visual dan auditorial harus didistribusikan secara proporsional dan mengena.

Seseorang dapat dikatakan telah berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan ketika apa yang telah ditemukan dapat diterima dengan baik oleh banyak orang sebagai analisa yang baru yang perlu dipertimbangkan.

Comments

Popular posts from this blog

Terjebak Isu Internasional

Menikmati Perjalanan

Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial