Kuliah untuk Ijasah?

Semester baru dimulai dengan dua mahasiswa baru, beliau berdua lebih tua dan salah satunya jauh lebih tua yang lima tahun lagi pensiun dari pekerjaannya. Entah mengapa saat ada orang yang bilang teman sekelas saya tersebut kembali ke bangku kuliah hanya untuk mendapat ijasah banyak orang yang tidak setuju, meskipun beliau hanya senyum, kami tahu beliau berbeda.

Pertama kali berkenalan saya langsung bertanya mengapa bapak yang sudah lumayan berumur masih kuliah. Jawab beliau sederhana ingin mengetahui istilah propeller pada kapal yang beliau operasikan dan karena mumpung masih ada waktu beliau mengambil kuliah. Memang tidak dipungkiri mungkin sebagian orang kembali ke bangku kuliah untuk naik jabatan dan gaji, tetapi beliau beda.

Setiap saat beliau mencatat apa yang dosen katakan dengan rapih, mendengarkan dengan cermat, bahkan berdiskusi tentang hal teknis sangat antusias. Keinginan untuk memperdalam ilmu terlihat dari semangat beliau dan dari bagaimana beliau menyalurkan pemikirannya serta menyampaikan pendapatnya. Beberapa orang yang duduk di sekitar beliau rupanya kalah jauh dari segi semangat belajar. Setidaknya beliau ada keingintahuan yang cukup kuat untuk belajar.

Kebetulan salah satu kapal yang pernah saya kawal dulu ketika bekerja juga kapal beliau, jadi agak nyambung. Ternyata beliau termasuk orang penting di institusinya, setelah ditelusuri gaji dan jabatan beliau termasuk mentereng. Buat apa kuliah lagi kalau tidak benar-benar mencari ilmu. Saya rasa kalau soal materi beliau sudah tidak kurang lagi, apalagi dengan rentang waktu yang sangat pendek di beberapa tahun kedepan sudah pensiun.

Beliau teman sekelas saya, dari beliau saya mendapatkan pelajaran untuk memandang semua orang memiliki keunggulan yang harus kita hargai dan kekurangan hanya hiasan yang perlu kita hormati, bukan untuk kita hinakan.

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Perjalanan

Terjebak Isu Internasional

Dilema Kapal Selam Nasional