Today's Mindset-Healing

Bersyukur dengan hanya memanfaatkan sosial media, sebuah kesadaran akan pemahaman yang melenceng telah saya dapati. Kesalahan tersebut tidak lain yaitu dasar berpikir untuk menyelesaikan masalah. Beberapa video yang telah saya tonton di Facebook menyadarkan saya bahwa untuk menjadi bermanfaat perlu sebuah terobosan yang solutif. Tentu hal demikian membutuhkan visi sebagai dasar pandangan di masa mendatang.

Video tersebut diantaranya yaitu tentang perjalanan Elon Musk, seratus hari kepemimpinan Anies Baswedan, inisiatif adanya adzan di sebuah sidang negara, dan sebuah eksperimen sosial berbicara dengan orang tuli. Keseluruhan video tersebut memberikan dampak yang positif terhadap cara berpikir saya yang telah terdestruksi dengan batasan-batasan yang saya buat sendiri. Secara sadar saya yakin atas batasan tersebut dikarenakan keadaan yang terdesak. Paparan singkat digital tersebut telah membantu saya untuk bersikap.

Pertama, yaitu bagaimana perjalanan Elon Musk hingga saat ini mampu membuat pesawat luar angkasa. Dulunya dia merupakan orang biasa yang terlahir di Afrika Selatan dan melanjutkan studi hingga ke Amerika. Ketertarikannya dengan komputer memberikan semangat khusus sehingga mampu membuat permainan digital yang langsung dia jual di majalah. Begitu terus dia lakukan dengan skema yang sama hingga ditemukanlah PayPal dan SpaceX yang sekarang kita ketahui. Kesuksesannya tentu didasari dengan visi serta ketertarikan bidang, selain itu dengan belajar tentang ilmu dasar yang diperlukan serta sikap yang optimis.

Kedua, kepemimpinan seorang gubernur Jakarta yaitu Anies Baswedan selama seratus hari pertama. Di video tersebut tampak sedang berdialog dengan seorang presenter pria yang mana mengevaluasi tentang becak. Setelah sekian lama tidak ada bahasan mengenai becak di Jakarta karena sudah dilarang beroperasi, namun tiba-tiba dibahas oleh Anies Baswedan sebagai sebuah masalah. Dari percakapan tersebut saya ambil kesimpulan bahwa kita kurang memperhatikan sekitar kita dengan dasar pemikiran yang ikut-ikutan. Arus informasi yang santer kita dapatkan ternyata berlawanan dengan human behavior di sekitar kita. Becak memang sudah dilarang, sayangnya ketika masih ada selama bertahun-tahun dilarang ternyata masih eksis. Artinya, becak masih memiliki pelanggan setia yang masih membutuhkannya sehingga tidak serta merta dihapuskan begitu saja, ada evaluasi mendasar dalam kasus ini.

Ketiga, terlihat seorang anggota persidangan tengah mengumandangkan adzan di tengah forum sidang. Tentu saja pemimpin forum protes keras karena sudah tidak adzan pada tempatnya. Di sisi lain forum tersebut membahas untuk kepentingan orang banyak. Lantang sekali adzan itu berkumandang, sayangnya setelah selesai adzan orang tersebut tidak diam, entah apa yang dibicarakan kepada pemimpin sidang, namun dia sudah mengacaukan forum meskipun telah dilarang berbicara oleh pemimpinnya. Lantas pemimpin sidang tersebut meminta bantuan seorang di dalam sana untuk menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh orang tersebut tidak tepat. Benar saja, telah dijelaskan bahwa hal tersebut tidak tepat karena sebenarnya forum sudah dimulai sesudah sholat dzuhur yang sebenarnya dapat dijama' dengan ashar. Kasus ini merupakan sebuah pelajaran untuk tidak selalu merasa benar sendiri. 

Keempat, sebuah eksperimen sosial terhadap enam orang acak berbicara dengan orang tuli. Awalnya mereka tidak mengetahui satu sama lain sehingga keadaan tuli pada salah satu orang pun tidak diketahui. Perkenalan mulai dengan lancar pada awalnya, sehingga keadaan tersebut diketahui lawan bicaranya yang normal. Pada akhirnya orang normal perlu untuk mengalah dan belajar bagaimana bahasa isyarat yang merupakan penyampaian paling efektif kepada orang tuli. Sederhana, kita yang bisa melakukan segalanya dengan keadaan yang sempurna perlu memahami bagaimana menyampaikan maksud kita kepada orang yang belum sempurna, tidak terbatas dengan kondisi fisik namun juga dari kadar ilmu serta pengalaman lawan kita, tentunya dengan segala kerendahan hati.

Pelajaran sederhana dari beberapa video yang saya tonton tersebut telah memperbaiki pikiran saya yang salah ditengah banyaknya tuntutan yang ada. 

Comments

Popular posts from this blog

Terjebak Isu Internasional

Menikmati Perjalanan

Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial