Yakin Mau S2? Pikirkan Lagi.


Sebelum memutuskan untuk S2 sebaiknya perlu dipikir ulang. Soal kemampuan akademik, kemampuan pendanaan, dan apapun itu mudah dan dapat dicari. Poin pentingnya yaitu career plan!

Seorang sarjana idealnya sudah memiliki bekal mental struggle yang tinggi untuk tetap survive di masyarakat. Tingkat kepercayaan dirinya harus naik untuk memulai hal baru dan berkelana. Kalau baru jadi sarjana, coba nikmati untuk penerapan segala ilmu di kampus. Kamu bisa menghubungi alumni, dosen, student advisor center, kerabat, atau konsultasi dengan orang tua. Tentukan dulu kemana arah pergi, terlebih memiliki target sebelum lulus, itu lebih baik. Hidup memang pilihan, tapi jangan tiba-tiba S2!

Cukup menggiurkan memang melanjutkan pada jenjang magister seperti naik tahta seketika, apalagi dengan biaya beasiswa. Status pengangguran tercoret, soal finansial pada tahap aman. Namun, pernahkah kita sadar bahwa menjadi sarjana saja sudah melebihi segala kompetensi yang ada?

Sebab saya menulis ini karena ada banyak sarjana pengangguran terselubung saat ini. Mereka menganggur karena pekerjaan yang sulit, ekspektasi yang tinggi, dan hilangnya kepercayaan diri. Akibatnya mereka mengalihkan diri untuk hal-hal yang belum tentu menguntungkan, salah satunya melanjutkan ke jenjang magister.

Kalau tujuanmu S2 untuk mendapatkan pekerjaan, itu salah besar. Kalau tujuanmu S2 untuk mendapatkan pekerjaan impian, langkahmu sudah benar. Kedua tujuan tersebut dasar yang perlu dicermati lebih dalam.

Mendapat pekerjaan tidak harus S2 bro, lagipula tidak banyak perusahaan yang membuka lowongan untuk lulusan magister hingga saat ini. Justru permintaan lulusan diploma yang semakin banyak, tuntutan pekerjaan lebih banyak, namun kemampuan membayar mereka kecil. Lulusan diploma banyak mengambil kelas lintas jalur, akhirnya perusahaan melihat peluang banyaknya lulusan sarjana yang menganggur untuk mereka tampung dengan gaji diploma. Jika sebuah perusahaan ingin meningkatkan kualitas SDM bisa juga menugaskan karyawannya untuk lanjut S2. Mengapa tidak langsung saja merekrut lulusan S2 dari luar? Sederhana bro, alasannya pengalaman.

Beda jika tujuanmu S2 untuk mendapatkan pekerjaan impian, itu dapat dibenarkan. Memang ada sebagian profesi yang kualitas SDM nya lebih membutuhkan lulusan magister, utamanya yang bergerak dalam bidang pendekatan analisa. Kualitas analisa seorang magister memang lebih terasah dibandingkan dengan sarjana, itu perlu diakui.

Jadi, kalau kamu sekarang masih di bangku sarjana segera atur strategi kedepan, itu akan menuntunmu kepada tindakan yang sesuai. Kalau kamu sekarang sudah menjadi seorang sarjana, tidak ada salahnya untuk memikirkan ulang rencana kedepan dan yakinkan langkahmu benar. Kalau sekarang sudah pada tahap magister, koreksi ulang langkahmu, yakinkan langkahmu benar.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiap Sambut Kapal Berbahan Bakar LNG di Indonesia

Kuliah untuk Ijasah?

Sang Tokoh : Katanya Anak Teknik, Gitu Aja Nggak Bisa