Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial

Kebebasan berbicara dalam negara demokrasi memang dijunjung tinggi, namun saat isu nasional tengah dikeluarkan oleh berbagai pihak ada baiknya jika ditanggapi dengan bijak. Kaum milenial bebas berkomentar tentang apa saja pada akun sosial media yang mereka miliki. Bahkan bisa saya pastikan bahwa mayoritas setiap orang muda saat ini bisa memiliki akun sosial media lebih dari satu. Ruang bebas mereka miliki, namun belum banyak yang sadar akan hal ini.

Mengambil Peran

Segala isu yang hadir hendaknya disikapi dengan mengambil peran bagi kita yang mengetahuinya. Setidaknya kurangi mencerca, mencaci, dan berkomentar miring agar setiap yang kita keluarkan memberi manfaat. Berpikir terlebih dahulu sebelum berkomentar, apakah komentar kita positif atau tidak. Sedangkan komentar positif tidak selalu bersifat "mendukung", komentar tersebut bisa saja menolak. Jika menolak isu yang ada kita bisa memberikan kritik dan saran, keduanya diusahan ada, karena kritik yang berdiri sendiri tanpa ada saran setelahnya selalu bersifat negatif. 

Terlebih lagi jika kita memiliki kemampuan untuk masuk dalam peran isu tersebut. Misalnya, jika kita sebagai seorang akademisi yang berkecimpung tentang bahan bakar minyak, jika mengetahui isu yang berkembang saat ini seperti adanya B20 (biodiesel 20%), kita dapat memberi komentar positif yang menunjukkan kontribusi. Contohnya, membuat tulisan di koran, membuat forum diskusi, dan lain-lain.

Puasa Sosmed

Seru memang setiap hari membuka sosial media untuk terus bercengkrama dengan warganet. Sayangnya waktu kita telah terbuang habis untuk scroll dan update feed sosmed. Dalam setiap waktu kita selalu membuka handphone hanya untuk mengatasi kebosanan dan mencari hiburan. 

Coba saja, satu hari tanpa sosmed, saya saja merasakan ketenangan terhindar dari share content dan komentar negatif, lebih baik tidak tau isu apapun daripada berkontribusi negatif. Apalagi kalau handphone sudah rusak, rasanya seperti di surga sunyi tanpa adanya chat ataupun notifikasi bising. Memang sulit awalnya, namun solusi ini dapat dipertimbangkan untuk ketenangan hidup yang hakiki.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiap Sambut Kapal Berbahan Bakar LNG di Indonesia

Kuliah untuk Ijasah?

Sang Tokoh : Katanya Anak Teknik, Gitu Aja Nggak Bisa