Pemilu Semakin Dekat, Perlu Banyak Diam

Pesta demokrasi segera dilakukan tidak lama lagi. Para pendukung selalu aktif memberikan kontribusi untuk meyakinkan masyarakat atas salah satu kandidat. Umumnya, semakin dekat pemilu semakin banyak yang bicara, baik itu di dunia maya ataupun nyata. Hal itu juga terjadi kepada saya, dulu, namun saat ini saya sadar bahwa ada beberapa alasan mengapa harus banyak diam.

Pertama, jika bukan tim sukses, omonganmu cuma akan memperkeruh suasana. Seorang tim sukses sah saja menyebarkan, mengabarkan, dan mengagungkan jagoannya. Tujuan mereka jelas untuk memenangkan jagoannya. Ada tim sukses yang dibayar ada tim sukses yang dijanjikan atau sukarela. Sedangkan orang biasa yang tidak punya tujuan bisanya cuma komentar saja, kebanyakan hanya memperkeruh suasana.

Kedua, masa akhir kampanye masa di mana semua senjata melumpuhkan lawan dikeluarkan. Segera ambil keputusan, kita ini memilih siapa. Jika belum menentukan pilihan sadarilah kalau kita ini masih berstatus "swing voters". Status itu yang diperebutkan oleh kandidat pemilu karena jumlah swing voters inilah yang paling banyak. Jika sudah sadar pada posisi itu, pelajari saja kandidatnya. Komentar yang kita pada salah satu kandidat lontarkan hanya akan membuat kesal pendukung lain.

Ketiga, kita komentar sekarang tidak ada gunanya, yang kita perlukan hanya memilih. Kalau tidak cocok ya jangan dipilih, kalau cocok ya dipilih saja. Nalar tak sadar kita ini sudah luar biasa, bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Saya ulang lagi, ingat, kalau cocok dipilih, nggak cocok yasudah jangan dipilih. Begitu saja.

Keempat, kadang kita terlalu baik memuji salah satu kandidat. Sah saja asal tidak berlebihan. Gregetan pasti kan, kita punya sosmed pengen rasanya komentar, itu manusiawi. Namun, kadang khilaf juga, orang lain yang nggak sepemahaman dan nggak satu dukungan jadi panas. Bukannya jadi tenang malah dikomentari, panas lah jadinya.

Kelima, pemimpin selalu punya tujuan mengapa dia jadi pemimpin, tidak usah diperjelas tujuan itu dengan memperluas di sosmed. Kita nggak nyebarin aja udah tau mereka punya tujuan. Ibaratnya, nggak usah kita kasih tau orang, pemimpin kita juga bakal jalan sendiri sesuai tujuannya. Pentingnya buat kita, memilih pemimpin mana yang tujuannya sama cocok dengan nalar kita buat negara. Itu saja. Bagian yang nyebarin ya biar buat tim sukses saja.

Terakhir, para swing voters lebih cocok nanti datang nyoblos saja, itu lebih baik daripada terlalu banyak berkomentar. Sadari, posisimu itu sedang dimainin sama tim sukses. Jika memang ada niatan khusus tidak masalah, negara kita bebas berbicara tetapi dengan etika yang baik. Kalau memang tidak punya tujuan sebaiknya diam. Tinggalkan hal yang tidak perlu. Sit back and relax, enjoy the show! 

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Perjalanan

Terjebak Isu Internasional

Dilema Kapal Selam Nasional