Rumah tumbuh dan energi tumbuh

Istri saya seorang arsitek, saya selalu mendapat ilmu arsitektur dari percakapan sehari-hari, salah satunya konsep rumah tumbuh. Konsep tersebut sangat cocok untuk kami pasangan baru menikah, yang mana dapat membangun rumah sedikit demi sedikit. Namun, tiba-tiba saya ingat bahwa saya ingin rumah dengan energi listrik yang mandiri. Sudah sejak lama saya mengidamkannya dan masih berkutat dalam hal teknis untuk hobi saja. Saat ini mungkin sudah waktunya, saya perlu memikirkan konsep energi tumbuh di rumah yaitu membangun energi listrik mandiri di rumah secara bertahap. Memang biaya listrik PLN cukup rasional, namun jika hobi disalurkan untuk hal yang bermanfaat mengapa tidak.

Foto saya ambil di sekitar kos saat jalan ke kampus di Winnipeg, Kanada

Konsep energi bertumbuh ini akan saya aplikasikan di rumah, tentunya dengan persetujuan dari istri. Saat ini saya punya beberapa aki motor yang tidak terpakai. Beberapa kali motor mogok dan tidak tahu asal usulnya dan menyalahkan aki, akhirnya beberapa aki tidak terpakai, padahal sebenarnya masih bisa digunakan. Invesatasi yang perlu saya persiapkan selain aki untuk energi tumbuh ini yaitu sebuah inverter, kontroler, dan absorber energi. Beberapa alat tersebut mungkin murah, namun ketika kita tidak sempat berpikir untuk membelinya mungkin hanya akan menjadi angan-angan. Banyak orang punya uang melimpah namun tidak digunakan seoptimal mungkin.

Saya menginginkan ada dua sumber energi yang akan saya gunakan yaitu energi angin dan energi surya. Saya pilih kedua energi tersebut karena di rumah tidak ada sumber lain selain kedua sumber tersebut. Jika ada sungai atau got kecil saja mungkin akan saya manfaatkan. Saya memilih dua sumber energi tersebut sebagai pembelajaran untuk anak saya dan untuk konsumsi utama. Energi angin sangat menarik untuk dinikmati secara visual. Ketika kita melihat sebuah benda berputar secara vertikal ataupun horizontal menjadi listrik sangat menarik. Oleh sebab itu, energi angin atau energi lainnya yang bekerja secara kinetis hal yang wajib untuk digunakan. Selain itu, energi surya sangat masuk akal jika digunakan di rumah. Genteng dan teras kita selalu terpapar sinar matahari, apalagi dengan iklim tropis.

Jika tidak mampu membeli untuk menutupi semua genteng, kita bisa menyicil membeli per panel. Atau, jika kita ingin membuat konverter energi kinetik kita bisa menyicil membuat satu per satu. Inilah yang saya maksud rumah tumbuh dengan energi tumbuh. Menarik bukan? Jika ada saran bisa tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Comments

Tulisan yang banyak dibaca

Pemilu Semakin Dekat, Perlu Banyak Diam

Menikah di Umur 25 Tahun, Menenangkan Sekaligus Menegangkan

Tips Bijak Menanggapi Isu Nasional Kaum Milenial