Seize The Moment!

Saat ini, saya masih dalam studi doktor di ITS, Surabaya. Saya mulai studi sarjana hingga doktor di kampus ini, di jurusan Teknik Sistem Perkapalan. Tahun depan adalah "gong" nya, semoga bisa lulus tepat waktu. Selama beberapa tahun terakhir ada banyak pengalaman berharga. Salah satunya yaitu pelajaran berharga untuk selalu bekerja maksimal. Bekerja sebaik mungkin saat ini juga, bukan nanti. 

Saya terbiasa membuat rencana untuk setiap kegiatan sehingga selalu ada satu waktu hanya diam, merenung, berpikir apa yang akan saya lakukan nanti. Jika banyak, pasti saya catat di hape, buku, atau papan LCD. Sering, kalau tidak dicatat pasti lupa. Bagi saya kegiatan mencatat sangat baik untuk mengatur waktu dan target. Sayangnya, saat ada target berjenjang kadang usahanya dilakukan berjenjang. Apa itu buruk? Saya baru menyadari itu buruk. 

Contoh satu kasus yang pernah saya alami yaitu saat membuat sebuah jurnal ilmiah. Ada banyak data saya miliki saat itu, sehingga sempat berpikir dapat membuat beberapa jurnal dengan data itu. Rasanya puas sebelum jurnal tertulis. Akhirnya, terencana beberapa jurnal dan di akhir saya berencana membuat jurnal terbaik saya. 

Bagi saya membuat jurnal ilmiah sangat sulit. Untuk satu jurnal saja harus baca banyak jurnal yang telah terpublikasi sebelumnya. Harus jurnal baru dan bereputasi. Kadang harus sempat baca jurnal lama, bahkan jurnal yang tak bereputasi. Kadang dapat insight baru, lebih banyak bosannya. Tapi kalau tak dipaksa jadi rugi sendiri, sulit menulis jurnal bagus.

Mudah saja, bandingkan dengan jurnal orang lain di bidang yang sama, gak selevel, ya pasti tak berkualitas. Komunitas ilmuan pasti menginginkan standar bacaan yang menarik dan baru atau mereka sebut yang "novelty" nya ada. Pasti pusing, para mahasiswa doktor pasti pernah pusing dengan ini. Intinya baca, ya baca semua sampai bosan, sampai pengen lagi dan lagi. 

Nah, intinya harus sempatkan baca banyak jurnal dan buku. Masalah muncul saat saya punya data dan ingin membuat beberapa jurnal. Apalagi punya target jurnal terakhir harus jurnal terbaik saya dari target beberapa jurnal yang direncanakan. Jurnal pertama mulai ditulis, tiba-tiba berhenti, ya karena kurang baca. Akhirnya baca jurnal lagi. Kaget, ternyata data penelitian sebelumnya keren, punya saya jauh dari keren. Bigung. 

Sempat berpikir, "saya punya target beberapa jurnal, ini bisa deh dibuat beberapa jurnal tapi ya risiko jurnalnya biasa saja". Karena target, akhirnya saya bagi-bagi data itu. Tetapi, untungnya saya mentok hanya bisa buat satu jurnal terpublikasi dari semua data yang ada. Saya segera sadar bahwa saya masih membutuhkan data yang lebih banyak lagi jika ingin membuat jurnal berikutnya.

Data yang menurut saya bagus saat itu ternyata memang saat ini terlihat jelek. Saya bandingkan dengan banyak referensi. Bersyukur saat itu sudah terpublikasi satu jurnal, target minimum tercapai. Dengan kapasitas saya yang rendah, bagi saya jurnal tersebut sudah sangat bagus, saat itu. Meskipun sekarang terlihat jelek. Ini bagian dari proses yang harus saya jalani. 

Itulah mengapa sekarang saya yakin bahwa saya perlu melakukan yang terbaik saat ini, untuk pekerjaan saat ini. Tidak perlu saya simpan tenaga terbaik saya untuk nanti. Kadang momen terbaik datang bukan nanti, tapi sekarang. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti. 

Saya dapat banyak pengetahuan dari kasus satu jurnal terpublikasi tersebut. Akhirnya saya tau bagaimana jurnal bisa terindeks. Saya tau bagaimana proses review jurnal oleh para editor. Sedih saat draft ditolak jurnal. Cara penyampaian editor jurnal berkualitas dan tidak berkualitas. Tau kelemahan tulisan saya. Banyak deh.

Akhirnya, perlu saya tanamkan setiap saya melakukan sesuatu, lakukan yang terbaik, selalu belajar, enjoy, seize the moment!

Comments

Tulisan yang banyak dibaca

Kembali Ke Kampus Perjuangan

Teruntuk Angkatan 2011 Teknik Sistem Perkapalan

Menghadapi Krisis Kepribadian