Senang Saja Tidak Cukup

Awal tahun ini mengingatkan saya untuk berhati-hati dengan hobi. Saya sangat senang dengan hobi saya. Katakanlah saya senang dengan pekerjaan teknik seperti membuat barang-barang untuk menunjang kebutuhan rumah selama work from home, membuat kapal miniatur, atau memikirkan membuat kapal sungguhan. Namun, itu semua kadang cukup menghabiskan waktu. Pekerjaan saya sebagai mahasiswa kadang terbengkalai. Waktu dan pikiran saya terkuras untuk hobi. Terima kasih kepada istri saya yang telah membuat saya segera sadar bahwa saya harus mulai memperbaiki diri.

Sebenarnya saya tidak tau persis apa hobi saya. Di sisi lain, saya cukup bosan dengan hal yang sama. Kebanyakan orang saat ditanya tentang hobinya mereka bisa menjabarkan dengan singkat. Sedangkan saya suka pada banyak hal dan segala hal yang baru. Selalu dan selalu, ada musik baru pun saya suka, ilmu baru saya pun suka, pekerjaan baru pun saya suka, apapun itu jika baru maka saya suka. Setidaknya, saya merasa selalu penasaran dengan hal baru. Namun demikian, mayoritas pasti berkaitan dengan ilmu rekayasa atau engineering, saya suka sekali!.  

Kesenangan membuat kita mengeluarkan segala daya dan upaya untuk mendapatkannya. Saya telah mengalaminya, setidaknya pada setahun terakhir. Cukup banyak materi dan waktu yang saya sia-sia kan hanya untuk kesenangan saya. Otak rasanya terhipnotis saat senang hingga menjadi candu. 

Contohnya, saat saya membuat meja kerja pribadi. Saya sangat menginginkan membuat meja saat itu karena saya tau saya bisa. Segala jenis perkakas dan bahan baku yang bisa dibeli langsung saya beli. Meskipun saya tahu bahwa hasilnya pasti tidak seperti di toko, saya tetap membuatnya karena saya senang. Akhirnya meja pun jadi dan saya menggunakannya untuk berkerja. Tidak lama, saya membiarkannya dan tidak menggunakannya. Trutus atau hama kayu menggrogotinya sehingga rapuh dan goyang saat digunakan. Bertahan dalam waktu singkat saja. 

Jika kesenangan mulai merugikan sebaiknya tinggalkan. Saya baru menyadarinya saat istri saya membuat review singkat terhadap apa yang telah saya lewatkan selama ini. Di satu waktu, istri saya rindu saat-saat saya sibuk dengan pekerjaan saya yaitu sebagai mahasiswa doktoral seperti menulis jurnal ilmiah dan membaca jurnal terbaru. Istri juga berkesimpulan bahwa saya senang membuat dan melakukan ini itu hanya karena hobi saya. Saat itu juga saya tersadar, apa yang istri katakan benar. Selama ini, istri selalu mendukung untuk kesenangan saya, beruntungnya diri ini.

Di samping itu, kesenangan kadang memiliki dampak yang positif. Harus saya sadari bahwa pribadi ini adalah hasil dari berbagai kesenangan yang pernah dilakukan di masa lampau. Misalnya, dulu selama sekolah saya sangat suka dengan blog sehingga saya tahu berbagai alogaritma blog dan dunia maya. Saat itu, saya cukup menghabiskan waktu sekolah namun saya yakin ilmu itu sangat positif. Hingga akhirnya saat ini saya sangat cermat dengan konten internet. Disamping, contoh tersebut tidak dapat melegitimasi bahwa apa yang pernah saya lalui sepenuhnya benar. Kadang terlalu banyak tau tanpa kontrol menghasilkan dampak negatif.

Oleh sebab itu, kontrol terhadap kesenangan pribadi sangat penting. Salah satu solusi temuan saya yaitu memberi porsi keseriusan untuk kesenangan positif. Segera sadari apa kesenangan positif yang paling kuat dan berdampak untuk masa depan. Fokus terhadap satu hal itu karena waktu tidak cukup banyak untuk dilalui. Saya yakin bahwa masa depan adalah hal paling serius untuk semua orang. Sehingga, masa depan merupakan kandidat terkuat sebagai alasan dan motivasi untuk fokus terhadap kesenangan positif. 

Bersikap dewasa adalah awal yang bagus karena kesenangan akan membawa pada banyak keputusan konyol. Cukup fokus terhadap kekuatan kita saat ini dan jangan kasih kendor. Apalagi untuk orang seperti saya yang sudah beristri dan beranak satu. Dari pemantauan saya, orang-orang yang berhasil sangat menikmati pekerjaannya. Sayangnya, menikmati pekerjaan tidaklah mudah, perlu pengorbanan untuk terus belajar dari bacaan, kolega, dan peristiwa, dan itu membutuhkan waktu. Saya meyakini bahwa kekuatan kita ada pada apa yang kita senangi dan bisa berhasil dengan kekuatan itu. Semoga tahun ini menjadi awal keberhasilan. 

Lalu apa kekuatan terbesarmu?

Comments

Tulisan yang banyak dibaca

Kembali Ke Kampus Perjuangan

Teruntuk Angkatan 2011 Teknik Sistem Perkapalan

Muda Berprinsip