Posts

Showing posts with the label #2015

Teruntuk Angkatan 2011 Teknik Sistem Perkapalan

Image
Sangat terasa empat tahun sudah umur kita, kebersamaan sejak diangkat menjadi sebuah anggota himpunan di Marine's Park malam itu (7/6/12). Ikrar untuk berkontribusi kepada himpunan kita dengungkan bersama. Sejak itu kita memulainya dengan membawa nama baik himpunan sehingga berkontribusi di jalan masing-masing. Ada yang menjadi staf, ekspansi ke fakultas, unit kegiatan mahasiswa (UKM), bahkan ada juga yang aktif di luar kampus.

Drama yang sudah berlalu, konflik internal angkatan bahkan sampai jurusan, kini sudah membuahkan hasil. Kedewasaan kita untuk saling membantu satu sama lain tetap terjaga. Saling menghargai dan mendukung tidak lenyap atas dasar kepercayaan semangat "dulur". Silaturahmi tetap kita jaga dengan cara kita masing-masing. Setidaknya selalu saja ada komunikasi di perangkat aplikasi. Bahkan sudah ada yang mulai membuat kumpul regional bersama di Jakarta sana.

Menggagas Teknologi Rakyat

Image
Tunggu sebentar, coba pahami bersama apa itu teknologi rakyat. Ini sebuah pemikiran yang bukan tergolong baru. Saya munculkan lagi karena sempat tenggelam karena terlalu gemerlapnya kemajuan teknologi pada golongan atas. Harapannya dengan sadar "teknologi rakyat" kita mampu mendorong segala potensi untuk saling gotong royong membangun peradaban bersama.
Hakikatnya teknologi dibuat dengan tujuan untuk membantu beban manusia untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat, tepat, dan efisien. Artinya, teknologi harus dibuat karena alasan yang jelas agar berguna. Coba analisa satu per satu, minimal menggunakan unsur 5 W 1 H guna mendapat inti permasalahannya. Dengan demikian langkah penyelesaiannya fokus tepat sasaran.
Rakyat memiliki posisi sebagai target utama pembangunan. Jelas akhirnya bermuara pada kesejahteraan jangka panjang. Menyadari hal tersebut maka perlu cluster dari segi kemampuan rakyat menerima prosesnya. Berjenjang mulai tahap pendekatan melalui komunikasi pem…

Sang Tokoh : Katanya Anak Teknik, Gitu Aja Nggak Bisa

Image
Lagi, ini gara-gara sang tokoh, sindiran menggelitik soal anak teknik, "katanya anak teknik, gitu aja nggak bisa". Setiap kali dihadapkan urusan dengan masalah teknis perbaikan mesin perangkat rumah tangga anak teknik dikedepankan terlebih dahulu. "Eh itu ada kipas rusak, benerin gih, masa benerin gituan gak bisa, katanya anak teknik," katanya. Sebagai anak teknik pernah nggak disindir seperti itu?
Anak teknik memang identik dengan dunia engineering atau ilmu rekayasa. Meskipun dalam fokus bidang yang berbeda tidak ada alasan bagi orang teknik mengelak dari tantangan orang awam. Klarifikasi rasanya tak mempan, apalagi komunikasi kita salah. Hanya ada dua kemungkinan, tercoreng sebagai anak teknik atau beranikan diri solving problem. Kipas rusak itu problemnya.

Menatap Matahari Dari Desa

Image
Mendengar kata “desa” lalu apa yang Anda bayangkan? Mulai saat ini saya berharap kita bisa mendeskripsikan desa seluas mungkin dimana sebuah tempat yang bisa kita lakukan apa saja untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Desa merupakan bagian kecil dari negara, jika dibangun dengan serius pada akhirnya masyarakat akan merasakan hasilnya. Pengembangan desa (rural development) merupakan langkah strategis dalam menciptakan kekuatan baru menjawab tantangan global. 

Negara berperan penting mengkawal pembangunan desa. Alokasi dana APBN sudah jelas dirancang dalam UU Desa No.60 Tahun 2014 dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis. Bukan barang tidak mungkin lagi bagi pemerintah desa mengatur dan memanfaatkan kesempatan ini. Setidaknya desa harus mampu membuat masterplan pembangunan dalam jangka panjang. 

Muda Berprinsip

Menghitung hari demi hari alangkah elok jika diisi dengan rasa syukur. Kali ini saya bertemu dengan seorang "Mujiono", pemuda setahun lebih muda dari saya. Kesan perbincangan singkat sore ini menyimpulkan bahwa orang ini tegas berprinsip. Kebetulan kami duduk sebangku dalam bus antar kota menuju Surabaya.
Tampak mahasiswa
"Amit mas", sapa permisi pemuda berbaju biru itu duduk di sebelah. Seketika perbincangan dimulai dan kami saling bertanya satu sama lain. Sesekali kami bercerita kehidupan pribadi. Saat saya tanyakan apakah dia kuliah atau bekerja, dia mengaku berangkat bekerja. Dandanannya yang nyentrik rapih tidak menunjukkan dia seorang pekerja, saya rasa dia cocok kuliah di kampus ternama.