Posts

Showing posts with the label #2016

Amerika dan China - Era Persaingan Baru

Image
Dua negara yang terobsesi oleh kekuasaan dunia, meskipun berbeda pandangan, beberapa tahun ke depan mungkin semakin panas. Jelas kenaikan temperatur ini telah didengungkan oleh presiden terpilih Donald Trump jauh sebelum pemilihan. Apalagi mengenai daerah kekuasaan pengaruh perekonomian dan politik dunia, menegangkan.


Upaya Amerika (AS) menguasai Asia-Pasifik telah jelas dengan tersebarnya pangkalan militer hampir di setiap ujung batas. Selain itu China semakin bergairah menjaga Laut China Selatan dengan berbagai upaya. Meskipun terlihat berbeda misi, China lebih condong pada penguasaan regional sedangkan AS ke penguasaan dunia, namun ini merupakan ancaman bagi AS, terlihat dari upaya Presiden Obama melakukan upaya komunikasi intensif di forum-forum internasional bersama China.

Mengelola Arus Informasi (Media)

Informasi dimana saja ada, apalagi di perangkat digital disertai aplikasi sosial. Seolah bagai partikel gas bertekanan tidak beraturan ke segala arah. Berbagai gas dalam satu ruang, ada yang bermanfaat dan merugikan. Karena dalam setiap partikel memiliki energi, tidak mungkin kita musnahkan, namun dikelola.

Ibarat sistem pernapasan kita, segala gas masuk ke dalam tubuh. Awalnya masuk melalui hidung, dilaluilah proses perpindahan panas, temperatur gas diatur melalui lintasan berliku layaknya "heat exchanger". Setelah itu, melewati katup epiglotis sehingga kita dapat mengatur kapan waktu yang tepat memasukkannya ke dalam paru-paru (pulmo).

Masih ada proses selanjutnya, yaitu pemilihan gas. Oksigen (O2) adalah yang paling utama diperlukan, sehingga gas tersebut secara difusi masuk ke pembuluh darah kapiler di selaput gelembung alveolus. Kemudian digunakan oleh tubuh untuk melalukan proses pembakaran. Semua gas yang tidak diperlukan bersama karbon dioksida (CO2) dan uap air dike…

Atasan dan Bawahan Harus "Match"

Image
Memang bahasan kali ini akan menjorok pada sebuah hierarki pekerjaan, namun sebaiknya saya bandingkan sebentar dengan fashion.

Di kehidupan sehari-hari kita selalu menggunakan pakaian dengan model yang berbeda. Tergantung dengan waktu, tempat, dan kondisi tentunya, dimana kita harus memilih pakaian formal atau casual. Dua kondisi itu pun punya spesifikasi yang berbeda. Penampilan formal biasanya berbau warna hitam, abu-abu, putih, dan coklat. Berbeda dengan gaya casual, racikannya lebih santai, warna-warni yang lebih tereksplorasi dengan berbagai aksesorisnya.

Namun, di balik itu semua masih banyak yang bisa dieksplor untuk mendapatkan taste maksimal. Mix and match, semakin banyak referensi maka semakin banyak pula yang bisa kita padukan.

Ini 10 Hiburan Marine Craft dan Perlengkapannya, Bisa Kamu Buat Sendiri di Rumah

Image
Berhubung membuat marine craft sendiri bagi saya sangat mahal, saya berbagi saja dengan tulisan ini mungkin ada yang sanggup membuatnya sendiri di rumah atau do it your self (DIY), atau mungkin mau ngajak saya buat? Boleh hehe. Menurut saya pribadi engineering merupakan hiburan dan bidang marine termasuk minat utama saya saat ini. Saya akan memberikan sedikit penjelasan mengasyikkan diri dengan membuat craft untuk menyenangkan diri di air, meskipun saya sendiri belum pernah membuatnya hehe.

Manusia Berstandar

Image
Sore ini saya teringat wejangan dosen di kampus, kurang lebih seperti ini, "semakin tinggi level seseorang, dia punya standar". Waktu itu setidaknya lima detik saya meresapi dan rasanya otak ini menerima wejangan itu. Seseorang jika punya kualitas pasti dalam otaknya terukur sejauh mana sesuatu yang didapat dan dilakukan itu pada posisi buruk, sedang, ataupun baik. Tentu saja jika dia mampu berpikir maka akan memilih hal yang baik dengan cara-cara yang terstruktur.

Coba lihat orang di sekitar kita, mereka pasti punya levelnya masing-masing, punya target masing-masing. Dengan ketidakpastian capaian sebagian dari mereka terus berdoa dengan keyakinannya berharap langkahnya berkah. Benar, mereka adalah orang berlevel, kita tidak pernah akan tahu pasti bagaimana cara mereka berpikir, kadang kita hanya mengira-ngira.

Jadi Ingat ITS Bangun Desa (IBD)

Image
Salah satu program BEM ITS ini larut sangat lama. Awalnya menantang jurusan dalam forum ilmiah kampus untuk menunjukkan kemampuan tekniknya dan memaksimalkan program ini untuk pemberdayaan masyarakat. Saat itu cak Wildan Hilmi, salah satu calon presiden BEM ITS 2013/2014, masih menjadi ketua saya di departemen riset dan teknologi himpunan jurusan mengambil tantangan itu. Mulailah satu departemen sibuk mendesain alat pengering ikan.

Saya ingat saat itu langsung survey berdua dengan cak wildan ke Desa Kalisari dekat kampus. Dengan melihat banyak ikan kecil yang "keleleran" muncullah banyak konsep dengan kesepakatan bahwa akan diproduksi sebagai tepung ikan. Setiap pergantian presiden saya tanyakan progress program ini baik ke staff kementerian yang bersangkutan ataupun ke menterinya. Ternyata banyak juga masalahnya, mulai dari kondisi sosial masyarakatnya hingga kurangnya sumber pendanaan.

Gagal LPDP dan Pencapaian Baru

Image
Sesuai prediksi saya, setiap proses seleksi selalu berjalan sama dimanapun. Saya coba di LPDP dengan sedikit “penyelewengan” seperti memilih jurusan yang sesuai passion namun tidak linier secara jurusan. Terancanglah masa depan dengan sebuah opsi terpilih yang mengharuskan untuk mengambil dua jurusan berbeda yaitu Marine Engineering di S1 dan Renewable Energy, Enterprise, and Management di S2 (meskipun sebenarnya selama proses merasa sangat tidak tenang hehe). Jurusan yang saya tuju berada di Scotland, rasio risiko pun meningkat, mau bagaimana lagi, terobos saja.

Ternyata memang benar, semua argumen dan jawaban saya dengan pertanyaan yang sudah hampir 100% terprediksi bahwa akan sulit meyakinkan interviewer, masa depan yang saya buat bagi interviewer mungkin masih terasa abstrak. Saya sadari itu dan sudah saya pertimbangkan jauh sebelum proses seleksi. Sing penting bondo bismillah, barangkali LPDP punya pertimbangan lain atas niatan “abdi” dari seorang kucluk seperti saya hehe.

Sayan…

Pulang Malam

Jarang sekali saya pulang malam sewaktu masih SMA. Meskipun kadang harus pulang malam karena tugas sekolah dan latihan ini itu untuk sebuah kegiatan. Kadang pula keluar hanya untuk "ngumpul ria" bersama kawan satu kelas untuk sekedar "ngobrol" santai dan "ngopi". Benar, kopi pilihan kami, kalau kata salah satu kawan memang kopi lah minuman paling murah dan tersaji panas membuat percakapan kami tertahan lama. Hitung-hitung memang kami hanya anak SMA "kucluk" yang masih minta uang saku ke orang tua, tak apa lah. 
Kegiatan ini tertahan ketika lanjut di kampus teknik ITS. Bedanya, di kampus tidak lagi jam 10 malam ditelpon orang tua untuk segera pulang ke rumah. Kegiatan kaderisasi salah satu alasan mengapa ini terjadi, berbeda dengan orang tua saya, malah kakak kandung saya yang sekaligus senior saya mengatakan, "ikut saja kaderisasi dan nikmati, nggak ada buruknya". Kakak saya juga sepertinya menjadi tiket semua kegiatan saya di kampus.…

Menghormati Atasan dan Menghargai Bawahan

Hierarki merupakan hal yang paling saya jaga dalam organisasi. Saya sangat suka orang yang menjaga hal itu dengan segala kesukarelaan. Terlebih lagi untuk mereka yang mampu berperan aktif dan terbuka atas posisinya. Risaulah saya ketika hal ini kurang dihormati dan dihargai, kerugiannya bukan hanya internal struktur saja, namun orang banyak yang menjadi tujuan utama semua aktivitas organisasi. Rasanya mustahil sebuah keteraturan akan tercapai jika ketahanan peran dan fungsi berkurang.

Sejatinya "kelompok penguasa" sudah mempunyai konsekuensi atas semua perbuatannya, itupun kalau kita beragama atau yakin atas hari akhir. Kita "kucluk-kucluk" ini hanya perlu mengeksekusi tugas sekaligus belajar. Artinya, perlulah kita berpikir mengapa peran kita begitu penting dalam prosesnya.

Input dan output dalam sebuah sistem punya tugas masing masing. Tidak mungkin sebuah sistem berhasil jika kedua komponen ini mengarah pada proses, itu bukan sistem namun hanya konfigurasi kompo…

Terimakasih DUTA PANCASILA!

Image
Kebangkitan Pancasila

Setelah beberapa bulan heboh dengan kesalahan seorang artis akan Pancasila, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dan mengingat kembali isinya. Apalagi setelah diutuslah artis tersebut menjadi "Duta Pancasila", sontak hampir seluruh manusia berpendidikan di negeri ini ricuh, namun mereka setengah sadar sudah teringatkan lagi akan pentingnya pancasila.
Terpilihnya Sang Duta membawa keuntungan besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka yang cerdas mulai mencaci dan membenarkan kepada orang sekitarnya. Di sisi lain, mereka yang kurang pengetahuannya mulai tahu mengapa ideologi bangsa ini harus dipegang teguh. Hebatnya lagi, Menkopolhukam sampai membuat sosialisasi khusus dengan penyiaran iklan pembacaan lima sila tersebut yang sebelumnya tidak pernah sama sekali.
Ketahuilah bahwa ini adalah sisi politik yang bagus dan perlu kita apresiasi. Sudah beberapa kali setelah cerita fenomena Gus Dur mendukung seorang pemimpin yang tak layak beberapa tahun yang lal…